Fauna, Wisata

Mirip Pedesaan di New Zealand Padang Mangateh Sempat Menjadi Perternakan Terbesar se-Asia Tenggara

Wisata – Padang Mangateh salah satu pesona Indonesia yang patut kita banggakan dan lestarikan. Padang ini bukan hanya sekedar padang pasalnya sangat syarat akan historisnya yang terukir sejak zaman penjajahan Belanda. Padang Mangateh yang di sebut juga dengan nama Padang Mangatas ini memiliki luas kurang lebih 280 hektar dan secara geografis terletak di sekitar Gunung Sago yang memiliki ketinggian 2.271 MDPL sehingga menjadikan kawasan Padang Mangateh sangat sejuk, subur dengan pemandangan alam yang mengagumkan.

Padang Mangateh sejatinya merupakan tempat peternakan yang secara resmi dikelola oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Uniknya Padang Mangateh digadang-gadang mirip dengan Desa Hobbiton yang terletak di Matamata, North Island, New Zealand. Hal inilah yang menjadikan Padang Mangateh sering disandingkan dengan New Zealand versi Indonesia oleh wisatawan yang sudah berkunjung ke Padang Rumput ini. Tapi, menurut kami Padang Mangateh jauh lebih indah dengan ciri kahas tersendirinya, itu terbukti bahwa sejak zaman Belanda kawasan ini diperebutkan oleh bangsa Eropa untuk dijadikan kawasan budidaya.

PENDAHULUAN

Skor untuk Padang Mangateh

Dari 100% poin, setelah kami perhitungkan “Padang Mangateh” mendapatkan skor: 97% (A+) dan kami rekomendasikan.

Keterangan: Hasil skor kami analisis berdasarkan keindahan tempat wisata, hasil survey pemandu wisata di lapangan dan faktor-faktor lainnya.
Skor % Nilai Ket.
96-100 A+ Sangat baik
91-95 A Hampir sangat baik
86-90 B+ Lebih baik
80-84 B Hampir baik
79-76 C+ Lebih dari cukup
70-75 C Cukup
69-60 D Kurang
59-0 E Jelek
Keterangan: Penilaian dapat saja berubah jika tempat wisata terkait mengalami upgrade dalam berbagai faktor.

PEMBAHASAN

Daya Tarik Padang Mangateh

  • Padang Rumput Luas : Terdapat padang rumput yang luasnya kurang lebih 280 hektar, yang terdiri dari 268 Ha kebun rumput dan pasture, 12 Ha untuk kandang ternak. Jadi bisa dibayangkan betapa luasnya
  • Perternakan Terbesar : Sejak tahun 1955 ITT Padang Mengatas sempat menjadi stasiun peternakan terbesar di Asia Tenggara
  • Kawasan yang Sejuk : Kawasan Padang Mangateh sangat sejuk karena berada di atas ketinggian, di mana temperatur suhunya mencapai 18º–28 ºC (23 ºC), kelembaban mencapai 70%.
  • Panorama Gunung : Dari kawasan Padang Mangateh akan terlihat indahnya Gunung Sago dan Bukit Barisan sebagai latar yang membuat kesan semakin eksotis kawasan ini.
Padang Mangateh Berlatar Gunung Sago
| Kontributor: BPTU-HPT
  • Sunrise Cantik : Pagi hari Sobat dapat melihat sunrise cantik menyibak dari upuk timur ditambah savana luas dan ratusan ternak semakin memperindah suasananya.
  • Teduh dan Asri : Banyak pepohonan rindang di sekitar perternakan Padang Mangateh.
  • Belajar Berternak : Sobat dapat belajar cara berternak yang baik di Padang Mangateh, bahkan bisa Magang, PKL, Prakrin dan Pelatihan lainnya.
  • Bebas Sampah : Bisa dibilang kawasan Padang Mangateh 0 (zero) sampah, karena dilarang buang sampah sembarangan dan selalu dijaga dan dibersihkan oleh petugas. Meskipun sebelumnya sempat booming karena kedatangan pak Jokowi dan kemudian banyak dikunjungi wisatawan sehingga banyak juga sampah. Oleh karenanya peraturan semakin di perketat dengan menutup secara umum, namun membuka secara resmi untuk semua orang dengan syarat harus mendaftar terlebih dahulu jika ingin berkunjung. Kami secara pribadi sangat setuju dengan eraturan tersebut guna kebersihan dan pelestarian lingkungan

Destinasi terkait: Lembah Harau Menjadi Salah Satu Lembah Terindah di Dunia

Sejarah Padang Mangateh

BPTU Padang Mengatas pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda (1916), ternak yang dikembangkan adalah kuda dan pada tahun 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala India untuk dikembang biakan. Pada zaman Revolusi Kemerdekaan (1945 –1949) kegiatannya terhenti, Pada tahun 1950 oleh Wakil Presiden Dr. Moh. Hatta dipugar kembali dan tahun 1951 – 1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah dan di beri nama Induk Taman Ternak (ITT) Padang Mengatas. Pada tahun 1955 ITT Padang Mengatas merupakan stasiun peternakan yang terbesar di Asia Tenggara, di mana ternak yang dipelihara adalah ternak kuda, sapi, kambing dan ayam.

Vee van de fokkerij Padang Mengatas
| Antara tahun 1900-1940

Namun tahun 1958 –1961 terjadi pergolakan PRRI, dan lokasi ITT Padang Mengatas dijadikan sebagai basis pertahanan PRRI sehingga ITT Padang Mengatas rusak berat. Dibenahi kembali oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat pada tahun 1961. Tahun 1973 –1974 Pemerintah Jerman mengadakan kajian di ITT Padang Mengatas maka pada tahun 1974 – 1978 dilakukan kerjasama pembangunan kembali ITT Padang Mengatas antara pemerintah RI & Jerman melalui proyek Agriculture Development Project (ADP).

Pemandangan di Padang Mengtas Pajakoemboeh
| Dimuat pada majalah tahun 1922

Tahun 1978 Proyek ADP berakhir dan diserahkan kepada Departemen Pertanian dengan nama Balai Pembibitan Ternak – Hijauan Makanan Ternak (BPT – HMT) Padang Mengatas sesuai dengan SK Menteri Pertanian RI No. 313/Kpts/Org/1978 dengan wilayah kerja 3 provinsi (Sumbar, Riau dan Jambi). Tahun 1978 Padang Mengatas dibiayai oleh Pemda Sumbar dan Pemerintah Pusat. Barulah tahun 1985 seluruh pembiayaan diambil alih oleh pemerintah pusat. Berdasarkan keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No.292/Kpts/OT.210/4/2002 tanggal 16 April 2002 berubah nama menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mengatas dengan wilayah kerja meliputi seluruh provinsi di Indonesia.

Lokasi Lengkap Padang Mangateh

Padang Mangateh (BPTU Sapi Potong Padang Mengatas) berlokasi di Jl. Padang Mengatas, Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat 26261, Indonesia.

Peta lokasi BPTU Sapi Potong Padang Mengatas

Rute Menuju Padang Mangateh

Berikut rute yang dapat kami gambarkan dari Kabupaten Lima Puluh Kota menuju Padang Mangateh

Untuk lebih jelasnya sobat dapat melihat Jalur Arahan dari Kabupaten Lima Puluh Kota menuju Padang Mangateh

Jalur Arahan Jarak
Dari Kabupaten Lima Puluh Kota Start
Ke arah selatan 5.6km
Belok kiri 1.9km
Belok kanan 19.0km
Belok sedikit ke kanan 2.1km
Belok kiri ke Jl. Payakumbuh – Suliki/Jl. Tan Malaka
(Lanjutkan untuk mengikuti Jl. Tan Malaka)
20.1km
Belok kanan ke Jl. Veteran 350m
Belok kiri ke Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh/Jl. Soekarno Hatta 210m
Di bundaran, ambil jalan keluar ke-2 menuju Jl. Ahmad Yani 1.4km
Di bundaran, ambil jalan keluar ke-2 menuju Jl. Moh. Yamin 3.6km
Teruskan ke Jl. Raya Payakumbuh – Lintau 3.2km
Belok kanan ke Jl. Padang Mengatas 900m
Padang Mangateh, Jl. Padang Mengatas, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat 26261 Finish
1 jam 44 menit (58,4 km) lewat Jl. Tan Malaka

Arahan secara ekplisit sebagai berikut:

  • Dari Kabupaten Lima Puluh Kota menuju – Payakumbuh langsung menuju Batang Sijunjung dengan patokan Tugu Adi Pura di pasar Payakumbuh
  • Dari tugu Tugu Adi Pura lanjutkan perjalanan melewati Jembatan Ratapan Ibu (Pasar Ibuah)
  • Kemudian sobat akan melewati Bundaran Lobua Silang, kemudian lurus terus ke arah Batang Tabik
  • Jika sudah melihat Pemandian Batang Tabik di sebelah kanan jalan, lanjutkan perjalanan
  • Di sebelah kanan jalan terdapat Simpang Puskesmas Mungo yang menjadi penanda belok ke lokasi Padang Mangateh
  • Belok ke Puskesmas Mungo sekitar 1,5 kilometer lagi dan kemudian sobat akan menjumpai pintu masuk menuju peternakan Padang MBPTU Sapi Potong Padang Mengatas.

Estimasi Waktu Perjalanan Menuju Padang Mangateh

  1. 1 jam 44 menit (58,4 km) lewat Jl. Tan Malaka
  2. 1 jam 53 menit (64,0 km) lewat Jl. Payakumbuh – Suliki/Jl. Tan Malaka

Jam Buka Padang Mangateh

Berikut jam buka terbaru Wisata terkait, di mana informasi ini kami dapatkan dari wisatawan yang pernah berkunjung dan pemandu wisata terkait.

Hari Jam Buka
Senin 07:45-16:00
Selasa 07:45-16:00
Rabu 07:45-16:00
Kamis 07:45-16:00
Jumat 07:45-16:00
Sabtu Tutup
Minggu Tutup
Keterangan: Jam buka di atas merupakan yang terbaru. Jam buka bisa saja berubah sewaktu-waktu tergantung dari pihak pengelola.

Harga Tiket Masuk Terbaru Padang Mangateh

Berikut merupakan informasi tiket masuk terbaru (htm) dan mencakup semua tarif yang ada di kawasan wisata. Di mana informasi ini kami dapatkan dari wisatawan yang pernah berkunjung dan pemandu wisata terkait.

No. Tarif Rp. Ket.
1 Tiket masuk kawasan 0 Gratis-Berizin
2 Magang, PKL, Prakrin (opsional) 5.000 Siswa /orang (Harian)
3 Magang, PKL, Prakrin (opsional) 50.000 Mahasiswa /orang (Harian)
4 Pelatihan (opsional) 6.000.000 Full akomodasi (Sesuai bidang)
Keterangan: Tarif di atas merupakan yang terbaru. Tarif dapat saja berubah sebagaimana ketentuan pihak pengelola.

Cara Mendaftar Bagi Pengunjung yang Ingin Masuk Padang Mangateh

Karena Padang Mangateh tidak dibuka untuk umum jadi sobat harus mendaftar terlebih dahulu agar dapat memasuki kawasan, berikut beberapa langkahnya:

  • Daftar secara online melalui website https://bptupadangmengatas.com/kunjungan. Jika urgent sobat dapat langsung datang dan izin di lokasi dengan syarat-syarat tertentu
  • Pendaftaran dilakukan maksimal satu minggu sebelum kunjungan
  • Wajib membawa tanda bukti konfirmasi dari BPTUHPT yang sudah di print out yang menyatakan bahwa telah diizinkan berkunjung guna dijadikan bukti pendaftaran kembali saat sampai di gerbang lokasi
  • Membawa surat pengantar dari instansi atau lembaga khusus bagi yang ingin Magang, PKL, Prakrin atau Pelatihan khusus
  • Diperbolehkan kunjungan pribadi, tetapi dibatasi, seperti dilarang masuk ke area pagar sapi dan dilarang menggunakan kendaraan pribadi untuk mengelilingi wilayah tersebut
  • Kunjungan dapat dilaksanakan setelah adanya informasi resmi dari BPTUHPT Padang Mengatas yang akan dikirim melalui email yang telah didaftarkan
  • Pengunjung yang tidak membawa tanda bukti penerimaan dari BPTUHPT Padang Mengatas dilarang masuk

Fasilitas di Padang Mangateh

Berikut fasilitas terbaru yang ada di kawasan wisata ini, di mana informasi ini kami dapatkan dari wisatawan yang pernah berkunjung dan pemandu wisata terkait.

No. Fasilitas Ket.
1 Penginapan Berizin
2 spot berfoto
3 Tempat duduk dan berteduh
4 Kamar kecil
5 Area parkir kendaraan
Keterangan: Di atas merupakan fasilitas terbaru secara umum. Fasilitas dapat saja berubah sebagaimana ketentuan pihak pengelola.

Penginapan di Sekitar Padang Mangateh

Di kawasan Padang Mangateh sudah tersedia penginapan bagi pengunjung yang sudah mendapatkan izin, jadi bisa di coba.

Namun, jika sobat ingin menginap di luar kawasan wisata, penginapan yang dapat kami rekomendasikan ada Villa Detik dengan tarif dasar Rp100.000 – Rp200.000 per malam. Penginapan ini berlokasi di Tanjuang Haro Sikabu-Kabu Pd. Panjang, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat 26235•0822-4547-7997.

Villa Detik

Akan tetapi jika Sobat ingin mencari penginapan sesuai budget, fasilitas dan akomodasi lainnya berikut daftar penginapan yang cukup efektif. Sobat dapat mencari via Google Maps karena sudah terintegrasi keberadaannya. bisa di coba penginapan di bawah ini:

Tips Berkunjung ke Padang Mangateh

  • PENTING! Pastikan sobat sudah mendaftar terlebih dahulu jika ingin berkunjung melalui website: http://bptupadang mengatas.com/ formulir-kunjungan/ dan mengisi data, karena kalau tidak daftar sobat tidak diizinkan masuk kawasan Padang Mangateh. Berlaku juga bagi yang ingin Magang, PKL, Prakrin dan Pelatihan.
  • Jangan lupa bawa air minum botolan karena di kawasan jalan tidak ada warung.
  • Datanglah pagi hari lebih baik agar lebih leluasa menjelajah kawasan Padang Mangateh.
  • Biasakan setiap pergi berwisata untuk tidak membawa atau menggunakan perhiasan dalam bentuk apapun demi kenyamanan dan keamanan.
  • Jangan lupa bawa kamera, bawa drone bagi yang punya, siapkan juga power bank dan peralatan rekam lainnya, karena sayang kalau tidak di abadikan tempat seindah ini.
  • Izin sama orang tua atau keluarga sebelum berangkat menuju ke tempat wisata agar perjalanan menyenangkan, selain itu jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan enjoy the moment.

PENUTUP

Dengan mengetahui tempat wisata di Indonesia maka kita sudah belajar memahami identitas bangsa kita sendiri. Indonesia adalah bangsa yang besar serta kaya akan potensi wisatanya, mulai dari wisata sejarah, alam, kuliner, religi, tradisi, budaya, bahari, pendidikan dan masih banyak lagi. Oleh karena itu sudah seyogyanya kita sebagai masyarakat Indonesia mengetahui wisata serta potensinya, baik di daerah sekitar maupun daerah lainnya di Indonesia. Selain dapat mempermudah wisatawan, informasi wisata juga dapat bermanfaat sebagai penambah wawasan guna melatih ketelitian, pengetahuan dan kecerdasan.

Berikut Etika Berwisata yang perlu kita semua tanamkan sejak dini agar terbiasa.

  • Jagalah kebersihan setiap berkunjung ke tempat wisata, karena menjaga kebersihan adalah ciri manusia cerdas dan bertanggung jawab.
  • Jangan melakukan VandalismePerbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni, keindahan alam“.
  • Jadilah wisatawan yang bermoral dengan menjaga harga diri untuk tidak berbuat asusila di tempat wisata umum.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Data Observasi langsung menuju destinasi wisata terkait.
  2. Beberapa foto/ video dari kontributor: Irfan Ramdhani, George Timothy, Helsusandra Syam, Martius Liem, Rivaldo Dicaprio, Febri Alatas, Imam Febri Satrio, Thamrin Cleveland.
  3. Pemandu wisata dan wisatawan yang pernah berkunjung ke kawasan wisata terkait: BPTU Sapi Potong Padang Mengatas, Aditya Prahadi Putra, Dhiya Awlia Azzahra, Rahmi Nur Fitri.
Scroll Up
error: