Fauna

Monyet Langka Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) Terancam Punah

Fauna – Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) disebut juga Lutung Jawa merupakan fauna endemik Indonesia yang dilindungi undang-undang. Lutung atau jenis monyet ini sangat langka, bahkan keberadaanya di kawasan tertentu saja. Uniknya, kebanyakan monyet ini ketika melahirkan rambut bayinya akan berwarna kuning keemasan hingga 2 sampai 3 bulan. Setelah 2 sampai 3 bulan barulah rambutnya akan berwarna hitam seperti induknya. Lutung budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap kali melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung. Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari kelompok lain. Lutung termasuk hewan herbivora yang memakan dedaunan, buah-buahan, dan kuncup bunga.

Status Konservasi Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)

IUCN memasukkannya Lutung Budeng ke dalam Daftar Merah IUCN dalam status Rentan (VU, Vulnerable). Lutung Budeng dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia sejak 1999. Perdagangannya diawasi oleh CITES dan termasuk ke dalam Apendiks II.

Habitat Persebaran Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)

Menurut informasi, tercatat sebaran Lutung Budeng di dalam kawasan-kawasan konservasi seperti: Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, serta Taman Nasional Bali Barat (mencakup hutan-hutan di Pulau Jawa, Bali dan Lombok.)

Populasi Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)

Total populasi Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) di alam sekitar 2-3 ribu ekor. Sementara, setahun paling banyak setiap kelompok melahirkan dua ekor anak. Populasi ini berbahaya, dan rentan dari kepunahan jika tak dijaga, statusnya mendekati kepunahan.

Penyebab Lutung Budeng (Trachypithecus auratus) Terancam Punah

  1. Pembukaan ladang pertanian, pemukiman di kawasan hutan lindung menjadi penyebab utama merosotnya populasi Lutung Budeng
  2. Perburuan liar yang tak terkendali, bahkan tak jarang ada yang mengkonsumsi satwa ini
  3. Perdagangan satwa secara liar yang justru semakin mempercepat kepunahan satwa ini.

Dasar Hukum yang Melindungi Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)

Adapun dasar hukum perlindungan Lutung Budeng adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta turunannya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Maksud istilah pengawetan di sini adalah upaya untuk menjaga keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, baik di dalam maupun di luar habitatnya agar tidak punah.

Hukuman Bagi Pelaku yang Mengeksploitasi Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)

Pada dasarnya, larangan perlakuan secara tidak wajar terhadap satwa yang dilindungi terdapat dalam Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 yang berbunyi:

Setiap Orang dilarang untuk:

  1. Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;
  2. Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;
  3. Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
  4. Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
  5. Mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi.”

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat [2] UU 5/1990).

Informasi dan Narasumber

  1. Beberapa foto/video dari kontributor: Peta M. Graham
  2. Wawancara dari Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid
  3. Informasi terkait Lutung Jawa kami akses dari: 1] Nijman, V. & J. Supriatna. 2008. Trachypithecus auratus. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. Di akses 19 April 2020. [Tersedia: https://www.iucnredlist.org/species/22034/9348260 ];
Scroll Up
error: