Fauna

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) Terancam Punah

Fauna – Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar dan berstatus terancam punah. Satwa ini dinamakan Pesut Mahakam karena banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam, tetapi kalangan peneliti barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy dolphin. Pesut Mahakam hidup berkelompok, sama seperti lumba-lumba biasa pada umumnya, sehingga kalau satu pesut terpisah maka kecil kemungkinan dapat bertahan hidup. Pesut Mahakam memiliki umur yang cukup panjang, yakni dapat hidup hingga usia 25 sampai 30 tahun.

PENDAHULUAN

Skor Pesut Mahakam

Dari 100% poin, fauna “Pesut Mahakam” mendapatkan skor: 95% (A) sangat langka.

Keterangan: Hasil skor kami analisis berdasarkan tingkat kelangkaan fauna, hasil survey di lapangan, informasi dari teori publikasi dan faktor-faktor lainnya.
Skor % Nilai Ket.
90-100 A Sangat langka
80-89 B Langka
70-79 C Cukup langka
60-69 D Tidak langka
10-59 E Populasi stabil
Keterangan: Penilaian dapat saja berubah jika flora terkait mengalami perubahan populasi, status dan faktor-faktor lainnya.

Informasi lainnya: Trenggiling Sunda (Manis javanica) Terancam Punah

PEMBAHASAN

Nama Ilmiah Pesut Mahakam

Pesut Mahakam memiliki nama ilmiah (Orcaella brevirostris). Berikut klasifikasi Pesut Mahakam.

Kerajaan Animalia
Filum Chordata
Kelas Mammalia
Ordo Cetacea
Famili Delphinidae
Genus Orcaella
Spesies Orcaella brevirostris
Owen, 1866

Ciri-Ciri Pesut Mahakam

Berikut ciri-ciri dari flora terkait yang dapat kami gambarkan. Ciri-ciri ini dapat di klasifikasikan berdasarkan analisis, hasil survey langsung mengenai flora terkait dan berdasarkan teori terpadu dari berbagai sumber.

  • Pesut Mahakam memiliki kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil.
  • Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah serta tidak memiliki pola khas.
  • Sirip punggungnya kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung.
  • Dahinya tinggi dan berbentuk bundar, tidak ada moncong seperti lumba-lumba lain.
  • Sirip dadanya lebar membundar.
  • Ukuran tubuh pesut dewasa, panjangnya hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg.
  • Tubuhnya abu-abu atau kelabu dengan bagian bawah lebih pucat.
  • Pesut Mahakam hidup berkelompok seperti lumba-lumba biasnya.

Habitat Pesut Mahakam

Pesut Mahakam dapat ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha).

Makanan Pesut Mahakam

Pesut Mahakam memakan ikan kecil, udang air tawar, moluska dan hewan krustasea. Dimana ada ikan kecil berlimpah maka disanalah pesut kerap ditemukan. Oleh karena itu jangan heran Pesut kerap sekali tertangkap jala yang di pasang nelayan.

Populasi Pesut Mahakam

Berdasarkan survei Yayasan RASI Indonesia hingga tahun 2020 populasi Pesut Mahakam kurang dari 100 ekor, diperkirakan sekitar 80 – 85 ekor.

Populasi Pesut Mahakam

Status Konservasi Pesut Mahakam

Badan Konservasi Internasional IUCN (International United of Conservation Nature and Natural Resources). IUCN telah menetapkan Pesut Mahakam masuk daftar merah dengan kategori satwa kritis dan terancam punah (critically endangered species).

IUCN – Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)

Penyebab Pesut Mahakam Terancam Punah

  • Penggunaan Rengge oleh Nelayan sehingga mengancam ruang gerak Pesut Mahakam sehingga ditemukan mati.
  • Aktifitas penambang batu bara di sekitar Sungai Mahakam dan beberapa sungai lainnya yang dapat mengganggu aktifitas Pesut Mahakam. Tak jarang pesut tertabrak kapal yang lalu-lalang.
  • Kerap kali terdampar di air yang cukup dangkal di karenakan terpisah oleh kelompoknya.
  • Belum adanya perlindungan maksimal oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kawasan Pesut Mahakam sehingga ruangnya semakin terbatas.

Dasar Hukum yang Melindungi Pesut Mahakam

Pada dasarnya, larangan perlakuan secara tidak wajar terhadap satwa yang dilindungi terdapat dalam Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 yang berbunyi:

Setiap orang dilarang untuk:

  1. Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;
  2. Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;
  3. Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
  4. Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;
  5. Mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi.”

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat [2] UU 5/1990).

Cara Berkontribusi Melindungi Pesut Mahakam

Sudah kewajiban kita semua melindungi serta melestarikan flora dan fauna di Indonesia yang di lindungi undang-undang. Berikut beberapa cara kita agar dapat berkontribusi.

  • Edukasi masyarakat mengenai betapa pentingnya menjaga serta melestarikan flora dan fauna yang di lindungi undang-undang
  • Jangan pernah memberi contoh yang tidak baik, misalnya dengan melakukan perburuan dan sejenisnya
  • Jika Sobat melihat flora atau fauna yang di lindungi undang-undang terancam dalam perburuan atau perdagangan, Sobat dapat melapor ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat. Atau melalui pelaporan online di: e-Pelaporan Satwa Dilindungi, silahkan download di PlayStore atau Google Play versi android.

PENUTUP

Dengan mengetahui serta mempelajari flora dan fauna endemik Indonesia, kita sudah mulai mengenali kekayaan alam Indonesia. Indonesia memiliki keragaman hayati yang sangat besar. Bahkan keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika. Untuk itu mari sama-sama mengenali ragam flora dan fauna Indonesia. Bersama menjaga serta melestarikannya adalah kewajiban kita semua agar tidak terjadi kepunahan di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Data observasi Pesut Mahakam Yayasan RASI Indonesia.
  2. Minton, G., Smith, B.D., Braulik, G.T., Kreb, D., Sutaria, D. & Reeves, R. 2017. Orcaella brevirostris (errata version published in 2018). The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T15419A123790805. https://dx.doi.org/10.2305/ IUCN.UK.2017-3.RLTS. T15419A50367860.en. Downloaded on 24 June 2020.
  3. IUCN. “Irrawaddy Dolphin“. Tersedia: https://www.iucnredlist.org /species/15419/123790805. Di akses: 24/06/2020.
Scroll Up
error: