Tradisi dan Budaya, Wisata

Wae Rebo Village Situs Warisan Dunia UNESCO Menyisihkan 42 Negara

Wisata – Pesona Indonesia bagian Timur memang tidak diragukan lagi. Selain kaya akan potensi wisata alam di Nusa Tenggara Timur juga terdapat rumah adat yang bernama Wae Rebo. Rumah adat ini berdiri sejak zaman nenek moyang dan di lestarikan hingga saat ini. Rumah adat Wae Rebo sangat unik, berbentuk seperti kerucut dan berdiri di tengah lembah pegunungan. Rumah adat bagi masyrakat Wae Rebo merupakan simbolisasi seorang ibu atau melambangkan seorang ibu yang selalu mengayomi dan melindungi, dalam hal ini rumah adat melindungi dan mengayomi penghuni rumah. Wah, sangat bagus ya filosofinya, selain indah ternyata syarat akan makna yang dapat bermanfaat bagi kita semua. Pantas saja pada bulan Agustus tahun 2012, UNESCO menetapkan Wae Rebo sebagai Warisan Budaya Dunia menyisihkan 42 negara lain yang ikut menjadi nominasi. Berikut kami ulas beberapa informasi mengenai Wae Rebo Village terutama bagi Sobat yang hendak berkunjung dalam waktu dekat atau sebagai penambah wawasan.

PENDAHULUAN

Skor Wae Rebo Village

Dari 100% poin, setelah kami perhitungkan “Wae Rebo Village” mendapatkan skor: 98.9% (A+) dan sangat kami rekomendasikan.

Keterangan: Hasil skor kami analisis berdasarkan keindahan tempat wisata, hasil survey pemandu wisata di lapangan dan faktor-faktor lainnya.
Skor % Nilai Ket.
96-100 A+ Sangat baik
91-95 A Hampir sangat baik
86-90 B+ Lebih baik
80-84 B Hampir baik
79-76 C+ Lebih dari cukup
70-75 C Cukup
69-60 D Kurang
59-0 E Jelek
Keterangan: Penilaian dapat saja berubah jika tempat wisata terkait mengalami upgrade dalam berbagai faktor.

Filosofi Rumah Adat Wae Rebo

  • Dinamakan Niang (rumah) inti di kampung Wae Rebo berjumlah 7 buah, dan salah satunya merupakan rumah adat atau dalam bahasa lokal disebut Mbaru Niang atau rumah kerucut, karena bentuknya kerucut, runcing di bagian atas. Atap rumah adat ini menggunakan ijuk yang menjuntai hingga ke tanah atau juga Mbaru Gendang karena di rumah ini disimpan gendang pusaka milik kampung yang digunakan dalam setiap kegiatan upacara adat.
  • Sedangkan 6 sisanya disebut Niang Gena atau rumah gena atau rumah biasa. Penghuni Mbaru Niang berjumlah 8 kepala keluarga, perwakilan dari masing-masing keturunan. Sedangkan 5 Niang Gena dihuni 6-7 kepala keluarga. Dan satu Niang Gena yang saat ini digunakan sebagai tempat menginap bagi tamu wisatawan yang datang berkunjung di Kampung Wae Rebo. Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa kampung mereka dijaga oleh 7 buah bentangan alam yang juga disucikan.
Susunan Wae Rebo Village
  • Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa kampung mereka dijaga oleh 7 buah bentangan alam yang juga disucikan. Bentang alam itu antara lain.
No. Nama Lokal Nama Umum
1 Ulu Wae Rebo Mata air Wae Rebo
2 Golo Ponto Gunung Ponto
3 Golo Mehe Gunung Mehe
4 Hembel Hutan (nama hutan)
5 Golo Polo Gunung Cadas yang mengeluarkan air
6 Ponto Nao Hutan (nama hutan)
7 Ulu Regang Mata air Regang

Kontruksi Bangunan Wae Rebo Village

Bagian-bagian utama dari konstruksi rumah adat kampung Wae Rebo antara lain.

  • Ngando : merupakan bagian rumah adat yang terletak di puncak. Untuk mbaru gendang biasanya dihiasi dengan tanduk kerbau.
  • Kili kiang : merupakan ikatan pertemuan dari bagian buku.
  • Wahe hekang kode : lingkaran bulat pada tingkatan rumah paling atas.
  • Wahe lempar rae : lingkarang bulat pada tingkatan ke-4.
  • Wahe lentar : lingkaran bulat pada tingkatan ke-3.
  • Wahe mehe : lingkaran bulat pada tingkatan ke-2.
  • Wahe lelea : lingkaran bulat pada lantai rumah.
  • Wahe sengge : lilitan tali yang melengkung di atas teras rumah, ditopang oleh hiri sengge.
  • Dorot : Balok penyangga yang melintang secara horizontal di atas leba.
  • Dorot leha : Dorot yang terletak di tengah-tengah.
  • Leba : Tiga balok kayu yang ditempatkan di atas hiri (tiang).
  • Hiri leles : Tiang yang ditancapkan miring sebagai penopang wahe leles.
  • Hiri bongkok: Merupakan tiang utama yang menjadi pusat sebuah rumah, terletak di tengah-tengah rumah.

Destinasi lainnya: Eksotisme Pulau Kangge dengan Water Blow di Pinggir Pantai

PEMBAHASAN

Daya Tarik Wae Rebo Village

  • Menjadi Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO : Wae Rebo Village sudah tercatat dan di akui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak bulan Agustus tahun 2012.
  • Terdapat Mata Air Wae Woang : Masyarakat Wae Rebo sangat menjaga keberlangsungan alam, salah satunya adalah mata air. Mata air sangat berguna untuk mengairi lahan perkebunan mereka, selain itu juga dalam berperan dalam setiap upacara adat.
  • Berada di Tengah Lembah Pegunungan : Wae Rebo Village berada di tengah lembah dan pegunungan yang masih terjaga, Wae Rebo Village juga berada di ketinggian 1.200 MDPL sehingga kawasannya cukup dingin dan sejuk.
  • Terdapat Hutan Larangan : Di kawasan Wae Rebo Village terdapat Hutan Larangan begitu masyarakat sekitar menyebutnya. Masyarakat tidak ada yang mengambil kayu dari hutan ini, sehingga kelestariannya sangat terjaga.
  • Sangat Unik dan Eksotis : Wae Rebo Village terkenal di mata dunia karena keunikan dan keeksotisannya sehingga banyak turis lokal maupun mancanegara yang berdatangan untuk berwisata.
  • Hanya Terdapat 7 Rumah Adat : Di Wae Rebo Village hanya terdapat 7 rumh adat dan memiliki filosofi masing-masing, tidak boleh di kurangi atau ditambah kecuali ada ketentuan tertentu dari ketua adat.
  • Masyarakat Wae Rebo Sangat Ramah : ketika Sobat berkunjung ke Wae Rebo Village penduduk sekitar dengan ramahnya akan menyapa. Pengunjung di anggap tamu yang sangat di hormati dan di ajak menjadi bagian keluarga walaupun berkunjung sehari atau bermalam.

Informasi Lainnya: Tradisi Mengantar Jenazah Menyebrangi Sungai “Ngaben Nyebrang Tukad”

Lokasi Lengkap Wae Rebo Village

Wae Rebo Village berlokasi di Satar Lenda, Satar Mese Bar., Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Berikut gambaran peta lokasinya.

Peta Lokasi Wae Rebo Village

Rute Menuju Wae Rebo Village

Misalkan Sobat dari Jakarta menuju Wae Rebo Village maka berikut arahannya.

  • Booking tiket pesawat secara online melalui tiket.com atau yang lainnya menuju Labuan Bajo. Kalau bisa sekalian akomodasi / penginapan.
  • Dari Jakarta melalui Bandara Soetta menuju ke Bandara Udara International Komodo.
  • Sobat menginap di sekitar Labuan Bajo, lanjutkan perjalanan esoknya.
  • Dari Labuan Bajo Sobat langsung menuju Desa Denge yaitu desa terdekat dengan Wae Rebo.
  • Jika menggunakan sepeda motor Sobat dapat lewat jalur selatan yaitu Lembor ke arah Nangalili. Waktu yang ditempuh menggunakan sepeda motor untuk sampai di Desa Denge kurang lebih 4 jam tanpa istirahat.
  • Selama perjalanan Sobat akan melewati 3 buah sungai yaitu Wae Tijo, Wae Lomba dan Wae Regang.

Jalur Pendakian menuju Wae Rebo Village

Jalur pendakian ini mencakup wisatawan setempat dan wisatawan yang datang dari luar daerah seperti contohnya dari Jakarta.

  • Dari POS 1 Sobat harus berjalan kaki dengan jarak 3 km untuk sampai POS 2 dengan jalanan menanjak.
  • Dari POS 2 Sobat melanjutkan perjalanan dengan jarak tempuh 3 km. Jalan yang dilalui landai menyusuri lembah pegunungan yang menurun. Sebelum sampai di Desa Wae Rebo Village Sobat akan bertemu rumah yang ada kentongannya (wajib dipukul sebelum masuk Wae Rebo Village).
  • Setelah sampai rumah adat Wae Rebo Village semua pengunjung baru diwajibkan mengikuti upacara penyambutan.

Estimasi Perjalanan Menuju Wae Rebo Village

  • Dari Labuan Bajo menuju Denge: Sekitar 4 sampai 5 jam perjalanan darat dengan mobil (tergantung kecepatan).
  • Jika menggunakan sepeda motor lewat jalur selatan yaitu Lembor ke arah Nangalili untuk sampai di Desa Denge membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam tanpa istirahat.
  • Dari Denge menuju Wae Rebo Village: Sekitar 2 sampai 3 jam berjalan kaki menyusuri sungai dan lembah pegunungan (tergantung kecepatan berjalan).

Jadi total perkiraan waktu efektif yang di butuhkan dari Labuan Bajo menuju Wae Rebo Village sekitar: 6 sampai 7 jam.

Jam Buka Wae Rebo Village

Berikut merupakan jam buka atau jam operasi terbaru untuk wisata terkait berdasarkan jadwal harian.

Hari Jam Buka
Senin 24 jam
Selasa 24 jam
Rabu 24 jam
Kamis 24 jam
Jumat 24 jam
Sabtu 24 jam
Minggu 24 jam
Telepon: – 0813-3762-2224

Tiket Masuk Terbaru Wae Rebo Village

Berikut merupakan informasi HTM (Harga Tiket Masuk) terbaru dan mencakup semua tarif yang ada di kawasan wisata. Di mana informasi ini kami dapatkan dari wisatawan yang pernah berkunjung dan pemandu wisata terkait.

No. Tarif Rp. Ket.
1 Tiket masuk kawasan (Menginap) 325.000 – 350.000 /org
2 Tiket masuk kawasan (Tidak menginap) 200.000 – 250.000 /org
3 Penyambutan 50.000 /rombongan
4 Jasa pemandu lokal (opsional) 200.000 – 300.000 /org
Keterangan: Tarif di atas merupakan yang terbaru. Tarif dapat saja berubah sebagaimana ketentuan pihak pengelola.

Fasilitas di Wae Rebo Village

Berikut fasilitas terbaru yang ada di kawasan wisata ini. Di mana informasi ini kami dapatkan dari tempat wisata terkait, wisatawan yang pernah berkunjung dan pemandu wisata lokal.

No. Fasilitas Ket.
1 Penginapan
2 Makanan + minuman
3 Selimut
4 Tempat tidur
5 Area parkir
6 Kamar kecil
7 Gazebo
8 Spot berfoto
9 Pemandu lokal
Keterangan: Di atas merupakan fasilitas terbaru secara umum. Fasilitas dapat saja berubah sebagaimana ketentuan pihak pengelola.

Penginapan di Sekitar Wae Rebo Village

Tidak ada penginapan lain selain rumah adat yang sudah di sediakan di kawasan Wae Rebo Village. Jadi Sobat tidak perlu khawatir mencari penginapan karena dapat langsung menginap di rumah adat ini dengan fasilitas yang cukup lengkap.

Namun, jika Sobat ingin eksplor wisata lainnya di sekitar kawasan wisata maka penginapan yang dapat kami rekomendasikan adalah Parle Zo Cottage yang berlokasi di Tado Dintor, Satar Lenda, West Satar Mese, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara dengan jarak 8.9 km dari rumah adat Wae Rebo Village. Untuk tarifnya mulai dari, Rp436.364/ malam.

Parle Zo Cottage
| Via: Booking.com

Akan tetapi jika Sobat ingin mencari penginapan sesuai budget, fasilitas dan akomodasi lainnya berikut daftar penginapan yang cukup efektif. Sobat dapat mencari via Google Maps karena sudah terintegrasi keberadaannya.

Daftar Penginapan di Sekitar
Wae Rebo Village

Tips Berkunjung ke Wae Rebo Village

  • Jika Sobat datang dari luar daerah dan belum pernah ke Wae Rebo Village kami sarankan menggunakan jasa trip dan pemandu lokal.
  • Jangan datang sendiri, kami sarankan Sobat berkunjung secara berkelompok minimal 3 sampai 4 orang.
  • Bawa minuman dan makanan sendiri agar tidak repot mencari makanan saat di jalan.
  • Bawa jaket karena di Wae Rebo Village di pagi hari sangat dingin.
  • Biasakan setiap pergi berwisata untuk tidak membawa atau menggunakan perhiasan dalam bentuk apapun demi kenyamanan dan keamanan.
  • Jangan lupa bawa kamera, bawa drone bagi yang punya, siapkan juga power bank dan peralatan rekam lainnya, karena sayang kalau tidak di abadikan tempat seindah ini.
  • Jagalah kebersihan setiap berkunjung ke tempat wisata, karena menjaga kebersihan adalah ciri manusia cerdas, bermoral serta bertanggung jawab.
  • Izin sama orang tua atau keluarga sebelum berangkat menuju ke tempat wisata agar perjalanan menyenangkan, selain itu jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan enjoy the moment.

PENUTUP

Dengan mengetahui tempat wisata di Indonesia maka kita sudah belajar memahami identitas bangsa kita sendiri. Indonesia adalah bangsa yang besar serta kaya akan potensi wisatanya, mulai dari wisata sejarah, alam, kuliner, religi, tradisi, budaya, bahari, pendidikan dan masih banyak lagi. Oleh karena itu sudah seyogyanya kita sebagai masyarakat Indonesia mengetahui wisata serta potensinya, baik di daerah sekitar maupun daerah lainnya di Indonesia. Selain dapat mempermudah wisatawan, informasi wisata juga dapat bermanfaat sebagai penambah wawasan guna melatih ketelitian, pengetahuan dan kecerdasan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Data Observasi langsung ke destinasi wisata terkait.
  2. Beberapa foto/ video dari kontributor: Booking.com, kemendikbud.go.id, Małgo Rzata, Taruli Eliza Tambunan, Yadi Iday, Komang Jaya Negara, Bravest Soul, Rikas Harsa, Muhammad Imran Ikhwanudin, Ajik Rohmans, Rifal fauzi.
  3. Informasi dari petugas wisata terkait, Pemandu wisata dan wisatawan yang pernah berkunjung ke tempat wisata terkait: Roey, Artan Negara.
  4. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Direktorat Jendral Kebudayaan). “Survey Cagar Budaya di Kampung Adat Wae Rebo“. Tersedia: https://kebudayaan.kemdikbud .go.id/bpcbbali/survey-cagar -budaya-di-kampung-adat- wae-rebo/.

7 Replies to Wae Rebo Village Situs Warisan Dunia UNESCO Menyisihkan 42 Negara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up
error: